Wajib Baca! Tanggapan Mahfud MD terkait Kasus Patrialis Akbar

0
loading...

TERASBINTANG.com –  Kabar operasi tangkap tangan (OTT) hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar menjadi kabar tidak mengenakkan bagi hakim Mahfud MD.

Mantan Ketua MK ini terkejut saat ditanya OTT tersebut. Ia mengaku dibanjiri pertanyaan pers terkait ini.

“Banyak yang nanya soal OTT hakim MK Patrialis kepada saya. Saya sedang di Palembang, belum banyak info. Tapi saya selalu percaya jika KPK sudah OTT. Ayo? KPK,” cuit Mahfud MD di akun Twitter-nya.

Ia menambahkan, “Belum habis serbuan pertanyan-pertanyaan pers terkait tewasnya tiga mahasiswa UII kini ada serbuan pertanyaan-pertanyaan tentang OTT Patrialis Akbar. Ayo, dukung KPK”

Mahfud sedang hadir dalam kuliah tamu di Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang. Namun ia juga menilai bahwa Majelis Etik MK tidak efektif. Pasalnya tidak bisa mengawasi langsung tingkah laku hakim secara internal.

“Majelis etik itu biasanya hanya menerima pengaduan kasus-kasus ketidakpantasan di dalam perilaku hakim. Dia tidak bisa mengawasi langsung tingkah laku hakim itu atau pekerjaan hakim. Sebab itu, tidak bisa efektif,” kata Mahfud, Kamis (26/1/2017).

MK lagi-lagi kebobolan pasca kasus mantan Ketua MK Akil Mochtar. Salah satu hakimnya, Patrialis Akbar, terlibat praktik suap dan sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Dalam hal ini, Mahfud juga mengakui ini dampak dari kebijakan MK mencabut kewenangan Komisi Yudisial untuk mengawasi MK sendiri. Padahal pengawasan eksternal oleh KY terhadap MK itu sangat penting.

“Meskipun demikian, tentu saja untuk kasus Patrialis meskipun ada pengawas internal maupun eksternal itu, memang agak sulit untuk dihindari kalau, memang mentalnya sudah seperti itu; mental korupsi,”tandas dia.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 11 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu, 25 Januari. Penangkapan diduga karena pemberian hadiah atau janji terkait uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

Di Twitter, @sudjiwotedjo mentuit kepada Mahfud dengan nada kelakar, “Mas  @JimlyAs , Mas @mohmahfudmd , jangan bersedih ya … Kami bisa merasakan perasaan kalian hari ini.”

Dengan kelakar pula, Mahfud menjawab “Mas Sudjiwo, jangan nambahin pilunya hati”.

 

 

loading...