Warga Kalijodo “Legowo” Jika Harus Digusur

0

TERASBINTANG.com – Aparat gabungan TNI-Polri terus bersiaga di kawasan Kepanduan II, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Terutama setelah ditemukannya sejumlah senjata tajam dalam operasi penggeledahan yang digelar Sabtu (20/2) aparat, seperti beragam bentuk seperti tombak, panah, badik, dan celurit.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah senapan angin di Kafe Intan saat merazia sejumlah lokasi di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara.

Di tempat yang sama, polisi menemukan 436 anak panah di lantai 2 dan 3 kafe yang diketahui milik Abdul Azis.

Namun, kali ini potensi bentrok warga-aparat selama masa eksekusi tampaknya makin kecil. Hal ini karena sebagian warga mulai “legowo” menerima kenyataan untuk segera meninggalkan rumah yang berdiri di atas tanah negara tersebut.

“Saya sih iya aja kalo memang sudah harus pindah. ini kan katanya juga tanah negara.  jadi ya mau gimana lagi. masa kita mau melwan negara,” ujar Ati, ibu rumah tangga yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut kepada terasbintang.com.

 

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya perlawanan dari warga, Ati pun menepis. “Gak ada. orang-orang di sini mah ikut aja. Gak ada yang protes, ya paling yang protes cuma beberapa orang aja.”

Ati bersama keluarga memilih tinggal di Rusun (Rumah Susun), meski sebagian menolak untuk tinggal di tempat yang disediakan Pemprov DKI Jakarta itu. “Saya mau tinggal di Rusun Marunda. Katanya tingga di Rusun itu enak. Ya kita mungkin di sana,” katanya.

Sejak Sabtu kemarin, pasukan gabungan yang terdiri dari 3.400 personel kepolisian, 600 aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan dua ribu satuan polisi pamong praja diterjunkan untuk merazia kawasan Kalijodo sejak pagi. Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Khrisna Murti mengatakan operasi dilakukan untuk melihat kondisi pemukiman di Kalijodo menjelang pembongkaran. “Kami ingin memastikan agar tempat ini aman dari berbagai tindak pidana kejahatan,” kata Krishna Murti.

Selain menemukan beragam senjata tajam, pasukan gabungan juga menemukan 9.923 botol minuman keras, 166 pak kondom. Barang-barang temuan itu dikumpulkan mencapai empat truk.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menegaskan, polisi akan mengejar pemilik botol miras dan senjata tajam. Kepemilikan barang-barang itu menurut Tito sudah melanggar hukum dan akan mereka proses. “Kami akan proses penegakkan hukum. Pasti akan diperiksa,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, polisi juga memeriksa urine karyawan kafe serta wisma penginapan. Hasilnya, tiga orang ditemukan positif menggunakan narkoba jenis amphetamine. “Mereka dibawa ke Satnarkoba Polres Jakarta Utara, mereka positif,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Eko DaniyantoBelum diketahui apa profesi ketiganya di Kalijodo. (fk)

KOMENTAR