Waspada! Fitnah Terus Mengintai Kerja-kerja Kepolisian Berantas Terorisme

0
loading...

TERASBINTANG.com – Di tengah gencarnya perang melawan gerakan terorisme yang dilakukan oleh Kepolisian, ada saja gerakan propaganda busuk yang ingin menghancurkan kredibilitas Polri sebagai institusi penegak hukum. Tentu saja, gerakan propaganda busuk ini tidak hanya ingin melemahkan kerja-kerja Polri, tetapi juga mendukung meluasnya radikalisme dan terorisme.

Hari ini, media sosial khususnya grup WhatsApp diresahkan oleh selintingan tulisan berbau konyol yang isinya menuduh Polri sebagai dalang teorisme di Indonesia. Dan bahwa apa yang yang kita lihat sebagai insiden teror di Indonesia selama ini sebetulnya hanya akal-akalan Polri. Begitulah kira-kira pesan busuk yang ingin dikembangkan. Untuk menguatkan niat jahatnya itu, tulisan pendek ini juga mengutip komentar Gus Dur, pengamat intelijen, dan wartawan Australia.

Sungguh miris, di tengah apresiasi dunia terhadap kerja Kepolisian memberantas terorisme, masih ada orang iseng yang terus bekerja melemahkannya. Hal ini menandakan betapa kejahatan terorisme masih ada saja yang mendukung.

Pengamat politik Madjid Politika, Agung Sholihin menilai, adanya pihak yang masih ingin menggembosi semangat Kepolisian membetantas kepolisian, di situ menandakan betapa radikalisme agama masih kuat. Dan ini, kata Agung, adalah tugas Kepolisian untuk memberantasnya.

“Polisi tidak boleh terhenti langkahnya hanya karena suara miring yang ingin terus menggembosinya. Maju terus, jangan huraukan fitnah,” katanya saat dihubungi.

Kalau Raja Salman saja terpukau dengan Densus 88 dan mau menghajikan orang tua Densus yang meninggal saat bertugas, kenapa mesti percaya pada selintingan propaganda miring seperti itu?,” pungkanya.

loading...